Rabu, 06 Januari 2010

Goes to Lampung

Di hari ketiga perjalanan ini, Kamis, 24 Desember 2009 aku akan melanjutkan perjalanan menuju Bandar Lampung. H-1 sebelum Natal, aku khawatir di jalan macet. Hah, yang penting jalan dulu. Sekitar jam 7.30 aku berangkat dari kediaman mb Oda. Untuk tiba di merak, aku berpatokan harus melewati jalan arah kali deres, tangerang, serang, dan cilegon. Satu jam pertama perjalanan masih lancar, namun satu jam kemudian aku kebingungan mencari jalan ke luar Jakarta menuju Tangerang. Sempat muter-muter setengah jam sebelum akhirnya ku temukan jalan keluar Jakarta.

Selanjutnya perjalanan kembali lancar, namun setelah itu aku harus dua kali muter di jalan seputaran Tangerang. Aku masih sabar untuk melanjutkan perjalanan. Hingga akhirnya aku harus kembali kebingungan mencari jalan keluar dari Tangerang. Bayangin aja selama sekitar 2 jam aku berjalan ke arah yang penuh dengan ketidakpastian. Melewati pinggir pantai (rupanya utara Tangerang), melewati Bandara Soekarno Hatta, bahwan melewati jalan desa yang sepi kendaraan. Aku hampir putus asa, siang itu, mana panas, kepala pusing, hwaahhhh…. Yaa Tuhan, tolong aku… begitu teriakku yang aku yakin tak ada orang yang mendengar teriakanku itu. Walaupun demikian aku masih bisa bersabar, aku yakin Allah pasti akan menunjukkan kepadaku jalan yang benar. Alhamdulillah Yaa Rabb, akhirnya aku menemukan jalan tembus ke jalan besar di wilayah Balaraja. Dari situ perjalananku hingga pelabuhan Merak lancar. Aku tiba di pelabuhan merak pukul 16.30. Naik kapal ferry, aku lupa nama kapalnya. Sore ini kapal begitu sepi, tidak ada penumpang pejalan kaki, yang ada hanya penumpang yang membawa kendaraan. Aku termasuk dong, aku kan bawa si Vega. Setelah memarkir motor di dek bawah, aku naik ke dek atas untuk mencari tempat duduk. Di atas aku langsung mencari tempat yang pewe untuk tidur. Rasanya cuapek buanget, apalagi inget kejadian tadi siang. Hufff, aku langsung tidur sampe keringetan tubuhku. Bangun tidur, tidur lagi, itulah yang kulakukan sampai beberapa kali untuk memastikan apakah sudah tiba di Bakau apa belum. Jam 19.30, menara Siger sudah terlihat dengan jelas. Kapal segera merapat! Tepat jam 20.00 aku bersama Vega keluar dari kapal yang bermuatan kendaraan pribadi dan truk pengangkut barang-barang.

Lampung, I’m coming….

Subhanallah wal hamdulillah, aku sudah sampai di Pulau Sumatera, tepatnya di propinsi Lampung. Setelah lama tidak pulang, aku merasakan ada yang berbeda sepanjang perjalanan dari Bakau menuju rumah. 2 kata untuk Lampung, jalannya bagus. Yuph, selama aku melintasi jalan dari Bakau hingga rumah jalannya sudah mulus, sehingga aku dapat menggeber Vega dengan kecepatan tinggi namun tetap dalam kontrol, hingga aku dapat menempuh perjalanan sepanjang 97 km itu selama 1 jam 20 menit. Padahal ini sudah malam lho… Jarak pandangku kalau sudah malam tidak begitu jauh, namun aku bisa menjangkaunya karena didukung dengan jalan yang sudah bagus. Salut tuk Lampung.

Alhamdulillah aku tiba di rumah sekitar pukul 21.30. Aku disambut oleh bapak dan ibu yang sudah menunggu aku, bahkan dari tadi sudah menelpon aku, namun tidak aku jawab karena aku sedang membawa Vega. Sebelumnya bapak memprediksi aku akan tiba di rumah sekitar pukul 23, kalo ibu memprediksi aku tiba di rumah pukul 22. Dua-duanya tidak ada yang tepat, namun ibu mendekati benar prediksinya.

Selain di sambut oleh pelukan sayang ibuku, aku juga disambut oleh seporsi sate yang sengaja dibeli bapak untukku. Malam itu aku menikmati sekali bisa tiba di rumah dengan sehat wal afiat dan bisa bertemu dengan bapak, ibu, dan keluarga lain.

0 komentar:


Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Lincah.Com - Nissan Cars